Menikah Bikin Bahagia ?!? Nanti dulu cooyy …
Hati-hati dengan anggapan menikah adalah jawaban dari segalanya. Akankah
menikah membuat anda tambah mesra, tambah setia, atau membuat hubungan anda
lebih baik? Hmmm, ternyata tak selalu demikian. Masa’ sih?
Kerap kali pasangan sering berpikir masalah-masalah yang dihadapi ketika
berpacaran akan sirna ketika menikah. Kebersamaan dan keterbukaan yang
diperkirakan semakin dalam setelah menikah diharap akan obat yang cukup manjur
pada konflik-konflik selama berpacaran.
Karena anggapan-anggapan tersebut akhirnya muncul lah berbagai mitos pra-nikah.
Banyak pasangan yang beranggapan menikah akan membuat hubungan mereka yang
bermasalah menjadi lebih baik, membuat pasangan menjadi setia, dan meredakan
berbagai konflik.
Ternyata kenyataan tak seindah bayangan. Seperti dilansir indiatimes, Senin
(18/09/2006) inilah jawaban dari mitos-mitos pernikahan tersebut.
Hubungan Anda Akan Lebih Baik Setelah Menikah
Kata-kata ini kadang menjadi jebakan bagi calon pengantin. Banyak pasangan yang
berharap menikah bisa membuat hubungan mereka lebih baik. Kenyataannya tak
selalu demikian. Menikah belum tentu mengubah hubungan Anda secara signifikan.
Yang dapat memperbaiki hubungan Anda bukanlah pernikahan, tapi komunikasi yang
lebih baik, saling pengertian, atau jika diperlukan, tak perlu malu untuk
mengikuti konseling dengan ahli. Sekali lagi, pernikahan bukanlah terapi untuk
memperbaiki hubungan Anda dan pasangan.
Kondisi Keuangan Akan Semakin Membaik
Mitos ini tak sepenuhnya salah. Tapi juga tidak sepenuhnya benar. Lihat saja
sekitar Anda. Beberapa keluarga masih perlu penghasilan dari dua pihak untuk
menghidupi rumah tangganya. Walau ada juga pasangan yang lebih makmur setelah
menikah, jangan lupa, investasi dan tabungan tetap perlu untuk diperhatikan.
Anda dan Pasangan Akan Berbagi Segalanya
Walau sudah resmi menikah bukan berarti Anda harus menghabiskan seluruh waktu
luang bersama pasangan. Jika memiliki hobi dan kesenangan yang berbeda, tak
perlu meninggalkan hal tersebut demi pasangan Anda. Ada kalanya, pasangan tetap
perlu melakukan kegiatan terpisah dan menyalurkan minat pribadinya. Jangan
saling memaksakan kehendak. Untuk menghindari konflik yang tidak perlu, lebih
baik saling berbagi dan saling pengertian terhadap minat masing-masing.
Hidup Akan Semakin Membaik Setelah Menikah
Menikah tak akan membuat perubahan yang signifikan terhadap suasana kerja atau
perilaku keluarga. Banyak pasangan yang berharap setelah menikah, hidup akan
dengan instan menjadi lebih indah. Well , kenyataannya tak selalu demikian.
Lingkungan sekitar Anda tak akan banyak berubah.
Anda tidak akan tertarik pada orang lain
Pernikahan adalah tentang sebuah pilihan untuk setia kepada satu otang. Menikah
mungkin mudah, tapi menjaga agar pernikahan tetap harmonis tanpa ada hati ketiga
adalah hal lain lagi. Jatuh cinta pada orang lain sangatlah mungkin. Tak sedikit
kasus perceraian berpangkal dari perselingkuhan sang suami maupun istri. Saling
percaya dan menjaga kepercayaan pasangan itu sangatlah penting. Mungkin jika
Anda masih ingin menikmati petualangan cinta, sebaiknya berpikir panjang sebelum
menikah. Apalagi jika hubungan Anda dan pasangan tidak terlalu kuat, sedikit
masalah bisa membuat Anda mudah berpaling ke calon lain yang ‘dirasa’ lebih
baik.
Nah, mitos di atas bukannya ingin membuat Anda ambil langkah seribu dari
jenjang pernikahan. Hanya saja, pernikahan bukanlah jawaban dari segalanya dan
akan mewujudkan segalanya. So, semuanya tetap tergantung dari kualitas hubungan
yang harus dijaga kedua pasangan.
* Kesalahan terbesar kita dalam memilih pasangan adalah kita
lebih mementingkan dengan siapa kita menikah bukan seperti apa
orang yang akan kita nikahi. Kita lebih melihat dari fisik orang
tersebut bukan kualitas orang tersebut*