hal kecil?

September 22nd, 2006 by acell04

ada kisah tentang seorang bocah yang akan membeli eskrim…

pas mau beli, si anak itu bialng ama penjualnya

Anak:"mba beli es dong…"

nah se mbanya itu kayanya nganggep remeh anak ini…ah cuman ank kecil ini…paling beli yag murah..ga usah dihirauin ah..

si anak nanya lagi…"mba harga esnya berapa…?"

dengan enggan, penjual itu menjawab "yang super harganya 5000"

si anak nanya lagi."ada yang lain yag lebih murah ga?"

tuh kan, paling nyari yag murah.kata si mba dalem ati

"ada yag biasa 3500..ada juga yang 4000..mau yang mana.?"

Anak: "yang 400 deh" soalnya si anak cuman bawa duit 5000…

trus si anak kasih tu uang 5000 buat bayar es…dibalikin kembaliannya dalem bentuk recehan duit…anak ingusan ini

akhirnya si anak dapet juga eskrim yang 4000an …horeee…

abis itu si anak makan tu eskrim di sudut meja makan yang emang disediain buat orang yag beli eskrim trus mau makan di sana…

abis makan…tu anak pergi juga dehh…balik coy..

nah pas si mba mau ngebersihin tu meja tempat si anak abis makan…ehh si mba nemu duit recehan 1000 yang tadi jadi kembalian buat si anak..ternyata selidik punya selidik..tu anak sengaja beli yang lebih murah biar dya bisa ngasih tip buta si mba yang udah ngelayanin dya beli eskrim…subhanallah

kadang kita  menyepelekan apa yang diperbuat orang lain, kadang kita hanya melhat orang dari luarnya aja..kalo kata ust. Ahmad Yani..yang kita liat dari orang di bagian luar itu paling cuman 3% doang….nah mula sekarang..jangan terlalu memandang orang(saya maksudnya) terlalu berlebihan…karena apa yang kalian pandang hayalah 3% dari diri saya.masih ada 97% lagi yang tidak diketahui…hanya Allah yang tau, karena pada dasarnya sayapun hanya tau sedikit tentang diri saya…

yang banyak dipikirkan mahasiswa

September 22nd, 2006 by acell04

Menikah Bikin Bahagia ?!? Nanti dulu cooyy …

Hati-hati dengan anggapan menikah adalah jawaban dari segalanya. Akankah
menikah membuat anda tambah mesra, tambah setia, atau membuat hubungan anda
lebih baik? Hmmm, ternyata tak selalu demikian. Masa’ sih?

Kerap kali pasangan sering berpikir masalah-masalah yang dihadapi ketika
berpacaran akan sirna ketika menikah. Kebersamaan dan keterbukaan yang
diperkirakan semakin dalam setelah menikah diharap akan obat yang cukup manjur
pada konflik-konflik selama berpacaran.

Karena anggapan-anggapan tersebut akhirnya muncul lah berbagai mitos pra-nikah.
Banyak pasangan yang beranggapan menikah akan membuat hubungan mereka yang
bermasalah menjadi lebih baik, membuat pasangan menjadi setia, dan meredakan
berbagai konflik.

Ternyata kenyataan tak seindah bayangan. Seperti dilansir indiatimes, Senin
(18/09/2006) inilah jawaban dari mitos-mitos pernikahan tersebut.

Hubungan Anda Akan Lebih Baik Setelah Menikah

Kata-kata ini kadang menjadi jebakan bagi calon pengantin. Banyak pasangan yang
berharap menikah bisa membuat hubungan mereka lebih baik. Kenyataannya tak
selalu demikian. Menikah belum tentu mengubah hubungan Anda secara signifikan.
Yang dapat memperbaiki hubungan Anda bukanlah pernikahan, tapi komunikasi yang
lebih baik, saling pengertian, atau jika diperlukan, tak perlu malu untuk
mengikuti konseling dengan ahli. Sekali lagi, pernikahan bukanlah terapi untuk
memperbaiki hubungan Anda dan pasangan.

Kondisi Keuangan Akan Semakin Membaik

Mitos ini tak sepenuhnya salah. Tapi juga tidak sepenuhnya benar. Lihat saja
sekitar Anda. Beberapa keluarga masih perlu penghasilan dari dua pihak untuk
menghidupi rumah tangganya. Walau ada juga pasangan yang lebih makmur setelah
menikah, jangan lupa, investasi dan tabungan tetap perlu untuk diperhatikan.

Anda dan Pasangan Akan Berbagi Segalanya

Walau sudah resmi menikah bukan berarti Anda harus menghabiskan seluruh waktu
luang bersama pasangan. Jika memiliki hobi dan kesenangan yang berbeda, tak
perlu meninggalkan hal tersebut demi pasangan Anda. Ada kalanya, pasangan tetap
perlu melakukan kegiatan terpisah dan menyalurkan minat pribadinya. Jangan
saling memaksakan kehendak. Untuk menghindari konflik yang tidak perlu, lebih
baik saling berbagi dan saling pengertian terhadap minat masing-masing.

Hidup Akan Semakin Membaik Setelah Menikah

Menikah tak akan membuat perubahan yang signifikan terhadap suasana kerja atau
perilaku keluarga. Banyak pasangan yang berharap setelah menikah, hidup akan
dengan instan menjadi lebih indah. Well , kenyataannya tak selalu demikian.
Lingkungan sekitar Anda tak akan banyak berubah.

Anda tidak akan tertarik pada orang lain

Pernikahan adalah tentang sebuah pilihan untuk setia kepada satu otang. Menikah
mungkin mudah, tapi menjaga agar pernikahan tetap harmonis tanpa ada hati ketiga
adalah hal lain lagi. Jatuh cinta pada orang lain sangatlah mungkin. Tak sedikit
kasus perceraian berpangkal dari perselingkuhan sang suami maupun istri. Saling
percaya dan menjaga kepercayaan pasangan itu sangatlah penting. Mungkin jika
Anda masih ingin menikmati petualangan cinta, sebaiknya berpikir panjang sebelum
menikah. Apalagi jika hubungan Anda dan pasangan tidak terlalu kuat, sedikit
masalah bisa membuat Anda mudah berpaling ke calon lain yang ‘dirasa’ lebih
baik.

Nah, mitos di atas bukannya ingin membuat Anda ambil langkah seribu dari
jenjang pernikahan. Hanya saja, pernikahan bukanlah jawaban dari segalanya dan
akan mewujudkan segalanya. So, semuanya tetap tergantung dari kualitas hubungan
yang harus dijaga kedua pasangan.

* Kesalahan terbesar kita dalam memilih pasangan adalah kita
lebih mementingkan dengan siapa kita menikah bukan seperti apa
orang yang akan kita nikahi. Kita lebih melihat dari fisik orang
tersebut bukan kualitas orang tersebut*

filosofi hidup

September 22nd, 2006 by acell04

Jangan menyombongkan keberhasilanmu di depan ia yang gagal, jangan melupakan kegagalanmu, pada saat kau berhasil

"urang keur serius uey"

dari genenrasi ke generasi

August 11th, 2006 by acell04

dalam suatu organisasi, kadang kita merasa sukses, kadang juga tidak..suatu hari, sahabat saya berkata bahwa yang sebenarnya sukses adalah ketika generasi di bawah kita juga sukses…hal itulah yang sampai saat ini belum terlihat…ketika ego masing masing generasi pengurus muncul untuk menjadi yang terbaik..

begitu juga dalam rumah tangga..orang tua dikatakan sukses ketika mereka berhasil mendidik anak-anaknya menjadi yang terbaik, sesuai koridor syariah tentunya

yang jadi masalah di sini adalah konsep transfer nilai yang kita punya saat kita meraih kesuksesan kepada generasi di bawah kita..saat ini, masalah itulah yang muncul dalam kehidupan saya…dan teman-teman seperjuangan pun merasakan hal yang sama….terasa bagaimana ketika SDM yang hadir dalam kumpul akbar hanya sedikit…..bagaiamana caranya????

lanjutan

August 11th, 2006 by acell04

yap…yg kmaren-kmaren kita lanjutin aja…

saat ini, kondisi kampus masih libur…

dulu-dulu juga gitu…

namun saat ini kondisinya berbeda dengan dulu…daftar ulang dah beres, tempat tidur dah pindah, temen sekamar dah beda lagi…….terutama kondisi pikiran nih yang berbeda

kemarin kemarin sempet ngobrol sama adik kelas perihal post sebelumnya…ternyata saya menemukan dua kesimpulan…yaitu banyak orang yang berparadigma bahwa untuk menyempurnakan separuh agama lagi, kita harus lulus kuliah dulu dan berpenghasilan…..nah menurut saya hal itu tak sepenuhnya benar..justru beberapa orang yang menolak dari paradigma tersebut(nikah sblm lulus&berpenghasilan tetap) banyak yang sukses, udah cum laude lah, keuangan lancar lah, dll…

yah walaupun yang ga seperti itu banyak jg yang sukses…itu cuma ontoh aja biar ketakutan temen-temen ilang

soalnya, kata temen saya bahwa yang menentukan rizki kita bukan pekerjaan kita, tapai Allah….gitu akhi, ukhti….bahkan ketua tim saya aja baru nikah kemaren2, padahal blm lulus….gaya kan…dan rencananya sebentar lagi temen saya ada yang mau, padahal beliau 2004(seangkatan)…

jadi jangan sampe temen2 terkurung oleh paradigma tadi….boleh mengikuti, tapi tak harus…kita coba deh mikir moderat……karena kita semua adalah egaliter…cuma tetep aja perlu minta restu…hehe

klarifikasi, sapa juga yang dah mau…..sy harus nunggu sabar dulu selama 2 taun soalnya terkungkung syarat dari program yang saya ikuti…dari nurani sih…. pengen, tapi realita menghadang….jadi minta doanya aja…semoga kebijakan program yg sy ikuti bisa berubah…..karena kehendak hanya milik Allah

hmmmm…

July 10th, 2006 by acell04

waduh baru nulis lagi nih…tp ga tau mau  nulis apa…….
aneh….
pas waktu liburan….ada beberapa undangan pernikahan yang saya baca…..
sy jg diundang….
sy pikir…emang pas liburan itu waktu yang pas ya…
saya ga tau juga si pemikiran tiap orang, tapi yang jelas saya kaget aja…
bukan apa-apa, tapi semenjak baca buku yang saya pinjem dari Bioter, yang covernya biru dan ada gambar bunga di depannya, saya jadi mikirin suatu hal gitu….
dan…pengen suatu hal juga…
tapi melihat kondisi sekarang, kayanya ga mungkin…
psikologi belum siap…..
ga ada ca**n yang mau…dan siap tentunya!!
belum konsult ma ortu…
trus ditambah lagi belum ada penghasilan…hehe, tapi itu mah ga terlalu urgent….
karena itu…doakan saya yaaa…
rencananya sekarang mau mulai bisnis nih..
ya..emang kepentok dana juga si…tapi yang paling gawat itu kepentok ma data euy…
pusiiink…..
yah itulah curahan hati seorang pencari  dambaan hati….yang bersih, murni, lugu, dan tentu saja..tulus

ikhtilat???

January 25th, 2006 by acell04

suatu ketika terlihat dua hamba Allah sedang duduk berduaan dalam satu ruangan, tapi di ruangan itu masih banyak orang, jadi mereka tak sendiri di ruangan itu..dan yang membuat saya penasaran adalah mereka duduk berdua di pojokan, seperti kesannya memisahkan diri dari komunitas untuk membentuk komunitas lain yang mungkin hanya ‘beranggotakan mereka berdua’. mereka mengobrol dengan asyiknya, saling menepuk, tertawa lepas, bahkan ada juga saat2 dimana mereka serius, tentu saja tanpa memperhatikan kondisi sekitarnya….kayanya teh benar-benar bersungguh-sungguh banget gitu…(kaya definisi ‘niat’ menurut Abu Sangkan)Nah pas udah beres, ada yang bertanya ‘tadi ngomongin apaan sih’, jawabnya ‘ada aja…rahasia’

kejadian ini bahkan sering terjadi di kalangan aktivis yang bisa dibilang orang-orang yang hanif.

soooo what d’u think

tunggu kelanjutan cerita ini

our vision

January 25th, 2006 by acell04

mari kita tenangkan diri kita sejenak…siiing

mungkin disini hanya akan membahas sedikit tentang hal yang pasti kia miliki, namun tak pernah kita sadari keberadaan perebedaannya….

suatu ketika ketika BBM naik, semua orang ricuh….waaahh bbm naik lagi, harga sembako bakalan makin mahal aja nih, apalagi ongkos naik angkot ataupum bis…tul ga saat itu hampir semua lapisan masyarakat mengadakan demo karena mereka akan semakin sengsara aja, kata mereka…

namun coba kita tilik dari sudut pandang yang lain. Kenapa pemerintah menaikkan harga bbm sampe sebegitu mahalnya..jika kita melihat sebagai pemerintah, hal itu wajar karena pemerintah sebenarnya sudah tak kuat menanggung subsidi bbm saat itu. Harga bbm jika dikorelasikan dengan harga minyak dunia seharusnya dari dulu itu harganya 4500, tapi pemerintah sampai memberi subsidi 2500 agar harga bbm jadi 2000. namun pemerintah pun tak selamanya bisa begitu karena mereka punya keterbatasan juga, lagian mayoritas yang menikmati subsidi itu adalah kaum elit menengah ke atas. so sekarang pikirkanlah?pikirkanlah dengan cara pandang yang lain mengenai setiap hal….

nah inilah yang ingin coba diungkapkan…kalo berdasarkan lagunya tere, bukankah kita diciptkan untuk dapat saling melengkapi, lalu bukan perbedaan yang salah, hanya cara pandang kita saja yang berbeda. karena itu banyak terjadi kesalahpahaman antara kita hamya karena perbedaan cara pandang terhadap suatu hal. Banyak orang bilang perbedaan itu adalah masalah. itu benar, namun tidak sepenuhnya benar. perbedaan bisa jadi masalah dan bisa jadi potensi, tergantung cara pandang kita dan cara kita menyikapinya. ketika kita berpikir perbedaan itu masalah, maka itu akan jadi masalah, begitu juga sebaliknya. misalnya perbedaan antara ikhwan dan akhwat..ketika kita berpikir itu adalah suatu masalah, misalnya ketika akan mengadakan rapat suatu kegiatan, ketika berpikir rapat dengan akhwat itu menjadi masalah(selain berkhalwat),mis, takut ngeliat mukanya, maka koordinasi tak akan berjalan. Dalam hal ini, berikanlah proporsi sewajarnya terhadap hal itu, jangan berlebihan. misalnya dalam hal memandang, saat rapat misalnya, tak apa2 memandang pasangan jenis kita asal tidak berlebihan(memandang terus2an.red) sesuai denga proporsinya….NAmun saat kita memandang rapat dengan pasangan jenis itu suatu potensi, maka itulah yang akan kita hadapi….banyak manfaat yang bisa diperoleh dari situ….yah udah dulu ah..perbaikan tulisan di atas menyusul….(kalo emang ada kritik+saran, ‘pasti ada seh’)