Archive for January, 2006

ikhtilat???

Wednesday, January 25th, 2006

suatu ketika terlihat dua hamba Allah sedang duduk berduaan dalam satu ruangan, tapi di ruangan itu masih banyak orang, jadi mereka tak sendiri di ruangan itu..dan yang membuat saya penasaran adalah mereka duduk berdua di pojokan, seperti kesannya memisahkan diri dari komunitas untuk membentuk komunitas lain yang mungkin hanya ‘beranggotakan mereka berdua’. mereka mengobrol dengan asyiknya, saling menepuk, tertawa lepas, bahkan ada juga saat2 dimana mereka serius, tentu saja tanpa memperhatikan kondisi sekitarnya….kayanya teh benar-benar bersungguh-sungguh banget gitu…(kaya definisi ‘niat’ menurut Abu Sangkan)Nah pas udah beres, ada yang bertanya ‘tadi ngomongin apaan sih’, jawabnya ‘ada aja…rahasia’

kejadian ini bahkan sering terjadi di kalangan aktivis yang bisa dibilang orang-orang yang hanif.

soooo what d’u think

tunggu kelanjutan cerita ini

our vision

Wednesday, January 25th, 2006

mari kita tenangkan diri kita sejenak…siiing

mungkin disini hanya akan membahas sedikit tentang hal yang pasti kia miliki, namun tak pernah kita sadari keberadaan perebedaannya….

suatu ketika ketika BBM naik, semua orang ricuh….waaahh bbm naik lagi, harga sembako bakalan makin mahal aja nih, apalagi ongkos naik angkot ataupum bis…tul ga saat itu hampir semua lapisan masyarakat mengadakan demo karena mereka akan semakin sengsara aja, kata mereka…

namun coba kita tilik dari sudut pandang yang lain. Kenapa pemerintah menaikkan harga bbm sampe sebegitu mahalnya..jika kita melihat sebagai pemerintah, hal itu wajar karena pemerintah sebenarnya sudah tak kuat menanggung subsidi bbm saat itu. Harga bbm jika dikorelasikan dengan harga minyak dunia seharusnya dari dulu itu harganya 4500, tapi pemerintah sampai memberi subsidi 2500 agar harga bbm jadi 2000. namun pemerintah pun tak selamanya bisa begitu karena mereka punya keterbatasan juga, lagian mayoritas yang menikmati subsidi itu adalah kaum elit menengah ke atas. so sekarang pikirkanlah?pikirkanlah dengan cara pandang yang lain mengenai setiap hal….

nah inilah yang ingin coba diungkapkan…kalo berdasarkan lagunya tere, bukankah kita diciptkan untuk dapat saling melengkapi, lalu bukan perbedaan yang salah, hanya cara pandang kita saja yang berbeda. karena itu banyak terjadi kesalahpahaman antara kita hamya karena perbedaan cara pandang terhadap suatu hal. Banyak orang bilang perbedaan itu adalah masalah. itu benar, namun tidak sepenuhnya benar. perbedaan bisa jadi masalah dan bisa jadi potensi, tergantung cara pandang kita dan cara kita menyikapinya. ketika kita berpikir perbedaan itu masalah, maka itu akan jadi masalah, begitu juga sebaliknya. misalnya perbedaan antara ikhwan dan akhwat..ketika kita berpikir itu adalah suatu masalah, misalnya ketika akan mengadakan rapat suatu kegiatan, ketika berpikir rapat dengan akhwat itu menjadi masalah(selain berkhalwat),mis, takut ngeliat mukanya, maka koordinasi tak akan berjalan. Dalam hal ini, berikanlah proporsi sewajarnya terhadap hal itu, jangan berlebihan. misalnya dalam hal memandang, saat rapat misalnya, tak apa2 memandang pasangan jenis kita asal tidak berlebihan(memandang terus2an.red) sesuai denga proporsinya….NAmun saat kita memandang rapat dengan pasangan jenis itu suatu potensi, maka itulah yang akan kita hadapi….banyak manfaat yang bisa diperoleh dari situ….yah udah dulu ah..perbaikan tulisan di atas menyusul….(kalo emang ada kritik+saran, ‘pasti ada seh’)